Thursday, May 31, 2012

Query Report

Terkadang ketika membuat sebuah project MIS (Management Information System), tentu tidak akan terlepas dengan sebuah Report / Laporan. Report yang saya maksud disini adalah informasi yang diambil berdasarkan data transaksi yang sudah dilakukan. Nah, berangkat dari project MIS saya (project Mata Kuliah Sistem Informasi), saya ingin berbagi sedikit mengenai Query yang saya gunakan ketika membuat report di project saya.
  1. Query untuk menampilkan pendapatan perbulan yang status pemesanannya 1. Disini saya mempunyai sebuah tabel bernama pemesanan yang terdiri dari berbagai atribut seperti: id_pemesanan, id_pemesan, harga, tanggal_pasang, tanggal_cabut, id_lokasi, dan status. Ketika saya tampilan keseluruhan data, hasilnya sebagai berikut:
    image
    Untuk menampilkan total pendapatan dari pemesanan perbulan, maka query yang digunakan:
    SELECT SUM( harga ) AS total, MONTHNAME( tanggal_pasang ) AS bulan FROM pemesanan WHERE status=1 GROUP BY MONTHNAME( tanggal_pasang )
    hasilnya:
     image
  2. Query untuk menampilkan jumlah transaksi untuk masing-masing lokasi yang status pemesanannya 1 SELECT id_lokasi, count(id_pemesanan) as jumlah FROM pemesanan WHERE status=1 GROUP BY id_lokasi
    hasilnya:
    image
Terimakasih atas kunjungannya.. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan-postingan selanjutnya.. CMIIW

Wednesday, May 23, 2012

Sekilas tentang Framework

Mungkin kita sering mendengar mengenai framework, seperti framework codeigniter (PHP), framework .NET (microsoft) dan sebagainya. Lantas apakah framework itu? Framework merupakan sekumpulan fungsi, class, dan aturan-aturan. Framework berbeda dengan library, jika library sifatnya untuk suatu tujuan tertentu, nah framework bersifat menyeluruh dimana mengatur bagaimana seorang developer membangun aplikasi. Framework memungkinkan bagi seorang developer dapat membangun aplikasi lebih cepat karena dengan framework seorang developer akan dapat lebih fokus pada pokok permasalahan, sedangkan hal-hal penunjang lainnya seperti koneksi database, form validation, GUI, dan security umumnya sudah disediakan oleh framework. Selain itu dengan aturan-aturan yang jelas dan harus dipatuhi, aplikasi yang kita bangun menjadi lebih solid, more readable, dan kolaborasi dalam tim dapat lebih mudah dilaksanakan.
Seorang developer ibarat seperti seorang tukang bangunan. Jika kita perhatikan, seorang tukang bangunan bisa membuat sebuah rumah. Hal ini tentu tidak menjadi masalah jika yang dibangun hanya rumah dengan satu atau dua lantai. Tetapi akan menjadi masalah besar apabila ia mendapatkan pekerjaan untuk membangun sebuah gedung bertingkat.  Permasalahn menjadi semakin kompleks, makin banyak pekerja yang dibutuhkan, begitu juga material bangunan, belum lagi jadwal yang sangat ketat. Kembali lagi ke seorang developer. Membangun aplikasi kecil tentu tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika aplikasi yang kecil tersebut semakin lama semakin bertambah requirement-nya sejalan dengan kebutuhan user. Disinilah sebuah framework itu berperan penting dalam membangun aplikasi.

Sekilas tentang Nokia Asha S40 Web Apps

Nokia Asha Seri 40 Web App merupakan aplikasi web yang diunggah ke cloud untuk dapat diakses melalui Nokia Browser. Beberapa ponsel Seri 40 tidak memiliki kekuatan pemrosesan dan memori untuk menjalankan browser standar langsung pada perangkat. Oleh karena itu, perangkat Seri 40 memiliki model web browser atau terdistribusi berbasis proxy yang memungkinkan rendering halaman penuh. Server akan mengirimkan isi web yang dioptimalkan, mengurangi payload dan streamlined dalam proses rendering. Salah satu fitur unik dari Nokia Browser untuk seri 40 ini adalah beberapa kode Javascript dapat dijalankan pada telepon, sehingga memungkinkan Seri 40 web app memberikan pengalaman baru bagi pengguna melalui antarmuka pengguna dinamis dengan fitur seperti transisi. Kode HTML dan Javascript di Seri 40 web app diproses pada server proxy saja. Server mempersiapkan semua konten untuk handset, mengubahnya ke HTML yang dioptimalkan dan memberikan kode Javascript yang menggunakan MWL (Mobile Web Library). MWL ini berisi kode untuk mendukung aplikasi seperti interaksi di telepon/ ponsel.
(sumber : Workshop Nokia S40 Web Apps pada Sabtu & Minggu, 19-20 Mei 2012)

Tuesday, May 15, 2012

Share folder/ file via LAN

Kali ini saya mencoba mengupas sedikit mengenai share folder/ file menggunakan LAN (Local Area Network). Berdasarkan pengalaman, ketika kita mengadakan suatu workshop IT di suatu Lab komputer, terkadang software atau perangkat lunak yang bakal digunakan untuk workshop belum terinstall  di komputer lab. Jadi otomatis kita mesti install software tersebut ke masing-masing komputer. Dan parahnya lagi ketika kita hanya memliki 1 media penyimpanan misalkan saja Flashdrive (FD), jadi akankah kita meng-copy-nya satu2 ke komputer secara bergantian?
Berikut adalah sedikit tips dari saya ketika komputer di suatu Lab saling terhubung menggunakan LAN:
  1. Masuk ke direktori file yang akan kita share. Kemudian klik kanan pada folder/ file tersebut –> Properties –> Kemudian pilih tab Sharing (seperti gambar berikut): shareKemudian Click Share…, dan jika ingin mengatur fitur share ini bisa click Advanced Sharing…
  2. Setelah kita selesai men-setting file/ folder untuk di share, kemudian buka CMD (Command Prompt) dan ketikkan ipconfig untuk mengetahui ip komputer dimana kita meletakkan file yang di sharing. Lalu catat untuk ip LAN-nya.
  3. Langkah terakhir, untuk mengambil file yang di share tersebut bukalah run (Logo Windows + R) pada komputer lain, lalu ketikkan \\ipLAN dan OK. Dari situ kita bisa meng-copynya tanpa menggunakan Flashdrive atau semacamnya. Contoh: misalkan ip LAN komputer yg ng-share : 172.20.33.200, maka untuk mengambil file yang di share ketikkn pada Run: \\172.20.33.200
Terimakasih atas kunjungannya.. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan-postingan selanjutnya.. CMIIW