Friday, May 31, 2013

Count Word Frequency in Sentence

Now, I wanna share how to count the frequency of the word in sentence in php. I also used this method when implement the Na├»ve Bayes Method in my research. This is the code “how to count word frequency in sentence.
<?php
function count_word_frequency($str,$word){
    $words = preg_split('/([\s\-_,:;?!\/\(\)\[\]{}<>\r\n"]|(?<!\d)\.(?!\d))/',$str);
    $count = 0;
    foreach($words as $key=>$value){
        if($value == $word){
                $count++;
        }
    }
    return $count;
}
?>


As we can seen that the function above use two parameters. That are $str (containt sentence) and $word (word which would be counted frequency in the $str). So, if you wanna try that function, you just call that function by type count_word_frequency(“YOUR_SENTENCE”, “YOUR_WORD”) in your code. Thank you!

Tuesday, May 7, 2013

Jangan Menyerah pada Waktu

Perjuangkan apa yang kamu yakini dapat membuatmu nyaman, daripada menyerah pada waktu yang nantinya justru akan menuntunmu ke arah ketidaknyamanan seumur hidup.

Sunday, May 5, 2013

Berbagi itu Indah

berbagi“Jangan sungkan untuk membantu orang lain, karena bisa jadi kesuksesan yang kau dapat kelak adalah berkat doa dari orang yang kau bantu tersebut.
“Jangan takut untuk membagikan ilmumu untuk orang lain, karena bisa jadi kesuksesan yang kau dapat kelak adalah berkat balasan atas ilmu yang kau berikan tersebut.”
‘Tapi kan saya sendiri sedang susah, jadi gimana mau membantu orang lain??’
’Tapi kan saya sendiri sedang sibuk, jadi sudah ga ada waktu lagi untuk berbagi’
‘Tapi kan bla bla bla bla bla.. (lanjutkan sendiri.. hehe)’
Memang tidak bisa ditampik bahwa ada pula alasan yang memang masuk akal, tapi masalahnya apakah alasan yang sering kita pakai sudah termasuk yang ‘masuk akal’ tersebut??
Ingat! sesibuk apapun kita, mari coba kita renungkan kembali, bukankah kesibukan juga merupakan ujian dari Allah untuk kita?? Ujian apakah kita masih sempat memikirkan orang lain ketika kita sedang dalam keadaan sibuk..
Jujur, sampai sekarang alhamdulillah saya masih percaya dengan yang namanya hukum aksi reaksi. Reaksi yang kita dapat adalah hasil dari aksi yang kita berikan. Dan alhamdulillah di dalam realitanya sendiri, saya beberapa kali telah membuktikannya. Jadi, jika teman-teman juga sudah percaya akan hukum tersebut, lantas tunggu apa lagi??. Namun jika ada diantara teman-teman yang masih meragukan akan hukum tersebut, teman-teman bisa mencobanya sendiri. Saya sendiri mungkin tidak bisa menjamin akan balasannya, tapi bukankah Allah Subhanahu wata’ala sudah menjamin balasannya tersebut di dalam Alqur’an? Yang diantaranya adalah sebagai berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8)
“(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).
Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi kita bersama. Ingat! Sengaja saya memakai kata ‘kita’, karena saya sendiri mungkin belum bisa istiqomah di jalan-Nya, untuk itu perlulah kiranya kita untuk saling mengingatkan. Semoga bermanfaat.. Smile