Rabu, 23 Mei 2012

Sekilas tentang Framework

Mungkin kita sering mendengar mengenai framework, seperti framework codeigniter (PHP), framework .NET (microsoft) dan sebagainya. Lantas apakah framework itu? Framework merupakan sekumpulan fungsi, class, dan aturan-aturan. Framework berbeda dengan library, jika library sifatnya untuk suatu tujuan tertentu, nah framework bersifat menyeluruh dimana mengatur bagaimana seorang developer membangun aplikasi. Framework memungkinkan bagi seorang developer dapat membangun aplikasi lebih cepat karena dengan framework seorang developer akan dapat lebih fokus pada pokok permasalahan, sedangkan hal-hal penunjang lainnya seperti koneksi database, form validation, GUI, dan security umumnya sudah disediakan oleh framework. Selain itu dengan aturan-aturan yang jelas dan harus dipatuhi, aplikasi yang kita bangun menjadi lebih solid, more readable, dan kolaborasi dalam tim dapat lebih mudah dilaksanakan.

Seorang developer ibarat seperti seorang tukang bangunan. Jika kita perhatikan, seorang tukang bangunan bisa membuat sebuah rumah. Hal ini tentu tidak menjadi masalah jika yang dibangun hanya rumah dengan satu atau dua lantai. Tetapi akan menjadi masalah besar apabila ia mendapatkan pekerjaan untuk membangun sebuah gedung bertingkat.  Permasalahn menjadi semakin kompleks, makin banyak pekerja yang dibutuhkan, begitu juga material bangunan, belum lagi jadwal yang sangat ketat. Kembali lagi ke seorang developer. Membangun aplikasi kecil tentu tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika aplikasi yang kecil tersebut semakin lama semakin bertambah requirement-nya sejalan dengan kebutuhan user. Disinilah sebuah framework itu berperan penting dalam membangun aplikasi.

Selasa, 22 Mei 2012

Sekilas tentang Nokia Asha S40 Web Apps

Nokia Asha Seri 40 Web App merupakan aplikasi web yang diunggah ke cloud untuk dapat diakses melalui Nokia Browser. Beberapa ponsel Seri 40 tidak memiliki kekuatan pemrosesan dan memori untuk menjalankan browser standar langsung pada perangkat. Oleh karena itu, perangkat Seri 40 memiliki model web browser atau terdistribusi berbasis proxy yang memungkinkan rendering halaman penuh. Server akan mengirimkan isi web yang dioptimalkan, mengurangi payload dan streamlined dalam proses rendering. Salah satu fitur unik dari Nokia Browser untuk seri 40 ini adalah beberapa kode Javascript dapat dijalankan pada telepon, sehingga memungkinkan Seri 40 web app memberikan pengalaman baru bagi pengguna melalui antarmuka pengguna dinamis dengan fitur seperti transisi. Kode HTML dan Javascript di Seri 40 web app diproses pada server proxy saja. Server mempersiapkan semua konten untuk handset, mengubahnya ke HTML yang dioptimalkan dan memberikan kode Javascript yang menggunakan MWL (Mobile Web Library). MWL ini berisi kode untuk mendukung aplikasi seperti interaksi di telepon/ ponsel.

(sumber : Workshop Nokia S40 Web Apps pada Sabtu & Minggu, 19-20 Mei 2012)

Senin, 14 Mei 2012

Share folder/ file via LAN

Kali ini saya mencoba mengupas sedikit mengenai share folder/ file menggunakan LAN (Local Area Network). Berdasarkan pengalaman, ketika kita mengadakan suatu workshop IT di suatu Lab komputer, terkadang software atau perangkat lunak yang bakal digunakan untuk workshop belum terinstall  di komputer lab. Jadi otomatis kita mesti install software tersebut ke masing-masing komputer. Dan parahnya lagi ketika kita hanya memliki 1 media penyimpanan misalkan saja Flashdrive (FD), jadi akankah kita meng-copy-nya satu2 ke komputer secara bergantian?
Berikut adalah sedikit tips dari saya ketika komputer di suatu Lab saling terhubung menggunakan LAN:
  1. Masuk ke direktori file yang akan kita share. Kemudian klik kanan pada folder/ file tersebut –> Properties –> Kemudian pilih tab Sharing (seperti gambar berikut): shareKemudian Click Share…, dan jika ingin mengatur fitur share ini bisa click Advanced Sharing…
  2. Setelah kita selesai men-setting file/ folder untuk di share, kemudian buka CMD (Command Prompt) dan ketikkan ipconfig untuk mengetahui ip komputer dimana kita meletakkan file yang di sharing. Lalu catat untuk ip LAN-nya.
  3. Langkah terakhir, untuk mengambil file yang di share tersebut bukalah run (Logo Windows + R) pada komputer lain, lalu ketikkan \\ipLAN dan OK. Dari situ kita bisa meng-copynya tanpa menggunakan Flashdrive atau semacamnya. Contoh: misalkan ip LAN komputer yg ng-share : 172.20.33.200, maka untuk mengambil file yang di share ketikkn pada Run: \\172.20.33.200
Terimakasih atas kunjungannya.. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan-postingan selanjutnya.. CMIIW

Minggu, 18 Maret 2012

Virtual Whiteboard

Virtual Whiteboard, sebuah produk PKMT (Pekan Kreativitas Mahasiswa Teknologi) tahun 2011 dari kami berlima (Aly Sangadji, Roni Rahmon, Thoriq Aziz, Dian Lestari Auliani, Wulandari) yakni untuk mengoptimalkan fasilitas pendukung pendidikan yang telah ada dengan memadukannya bersama teknologi informasi. Konsep awalnya kita berencana menggunakan laser yang nantinya akan dipadukan dengan software yang akan kita buat. Namun seiring waktu, kita pun menemukan artikel di internet yang kita pikir metode-nya lebih bagus dari konsep kita yang akhirnya kita adopsi metode tersebut. Metode tersebut adalah dari Johnny Chung Lee | http://johnnylee.net dengan judul Low-Cost Multi-point Interactive Whiteboards Using the Wiimote :
“Since the Wiimote can track sources of infrared (IR) light, you can track pens that have an IR led in the tip. By pointing a wiimote at a projection screen or LCD display, you can create very low-cost interactive whiteboards or tablet displays. Since the Wiimote can track upto 4 points, up to 4 pens can be used. It also works great with rear-projected displays.”
Virtual whiteboard ini membutuhkan alat-alat berikut:
  1. Remote Wii image
  2. Pen LED Infra Red image
  3. Laptop/ PC ( termasuk didalamnya software yang digunakan untuk kalibrasi )  image
  4. Bluetooth image
  5. Proyektor image
dengan cara kerja
image
Berikut adalah foto-foto saat penggunaan virtual whiteboard
vw
CIMG2182
CIMG2197
CIMG2204
Mengenai langkah-langkah cara penggunaannya bisa dilihat disini.

Rabu, 07 Maret 2012

My Project

  1. Bisi Internasional
  2. Halaman transaksi pembelian :
    bisi1
    Nota transaksi untuk di print out :
    bisi2


  3. Website API (Aplikasi Perpustakaan IPB)
  4. Website ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, menggunakan bahasa pemrograman PHP Framework Codeigniter.

Sabtu, 04 Februari 2012

Menggunakan Isolated Storage di Silverlight

Isolated Storage disini maksudnya adalah data yang terisolasi di suatu set direktori tertentu yang samar pada hard drive. Silverlight memberikan isolated storage dengan space sebesar ! MB per domain. Dengan kata lain, jika kita mempunyai beberapa aplikasi yang menggunakan domain yang sama, maka total default spacenya tetap 1 MB. Dengan isolated storage ini kita dapat menyimpan sebuah data dan kemudian mengambilnya lagi, tapi hal ini hanya bersifat sementara. Isolated Storage ini terdapat pada namespace System.IO.IsolatedStorage . Baiklah langsung saja kita coba demokan penggunaan Isolated Storage ini.

  1. Buat sebuah project baru di Silverlight Application dengan nama IsolatedStorageSilverlight.
  2. Tambahkan sebuah TextBox (textBox1), sebuah TextBlock (textBlock1), dan 2 buah Button dimana masing-masing namanya button1 dan button2. Ubah content button1 menjadi Write , sedangkan button2 menjadi Read.
  3. Double click masing-masing button tersebut untuk membuat event handler.
  4. Pada MainPage.xaml.cs , tambahkan using statement berikut :
    using System.IO;
    using System.IO.IsolatedStorage;
  5. Pada event handler button1_Click tambahkan kode berikut :
    using (IsolatedStorageFile store = IsolatedStorageFile.GetUserStoreForApplication())
    {
        using (StreamWriter sw = new StreamWriter(store.OpenFile("MyStore.Text", FileMode.OpenOrCreate, FileAccess.Write)))
        {
            sw.WriteLine(textBox1.Text);
        }
    }

    Kode diatas maksudnya kita menyimpan data yang dimasukkan lewat textBox1 kedalam file Isolated Storage yang bernama MyStore.Text.

  6. Kemudian pada button2_Click tambahkan kode berikut :
    using (IsolatedStorageFile store = IsolatedStorageFile.GetUserStoreForApplication())
    {
        using (StreamReader sr = new StreamReader(store.OpenFile("MyStore.Text", FileMode.Open, FileAccess.Read)))
        {
            textBlock1.Text = sr.ReadToEnd();
        }
    }

    Sedangkan kode diatas maksudnya, kita mengambil data yang disimpan di MyStore.Text tadi.

  7. Terakhir coba jalankan aplikasi (tekan F5), kemudian masukkan input di textBox1 > Klik Write > Klik Read. Maka input yang dimasukkan tadi akan ditampilkan kembali melalui textBlock1.

    is

Terimakasih atas kunjungannya.. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan-postingan selanjutnya.. CMIIW

(Sumber : Microsoft Silverlight 4 Step by Step, Laurence Moroney)

Jumat, 03 Februari 2012

Running Silverlight in Desktop

Jika selama ini dari kita masih beranggapan bahwa Silverlight hanya dapat dijalankan di browser saja, maka bisa dapat dipastikan bahwa anggapan tersebut salah. Karena perlu diketahui bahwa ternyata Silverlight juga dapat dijalankan di desktop (Running Outside of the Browser). Dan berikut saya akan membuktikan bahwa Silverlight dapat dijalankan diluar browser.

  1. Buka Visual Studio 2010, buat project baru di Silverlight Application. Disini saya namai project barunya “LatihanSilverlight2”.
  2. Double click button-nya, kemudian kita tambahkan kode berikut didalam event click button tersebut:
    string a = textBox1.Text;
    MessageBox.Show(a);
  3. Kemudian pada Solution Explorer klik kanan LatihanSilverlight2 > Properties.

    silverlight2

    Maka akan tampil pop up window seperti berikut, Check Enable running application out of the browser.

    silverlight3

  4. Jalankan aplikasi (bisa dengan tekan F5). Masukkan input pada textBox, disitu saya coba masukkan input “Silverlight can run in Desktop”, dan klik Button.

    silverlight

Terimakasih atas kunjungannya.. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan-postingan selanjutnya.. CMIIW